JANGAN KORBANKAN SHALAT UNTUK CARI REJEKI

​🌹fawaid🌹 

JAGALAH SHALAT REJEKIMU AKAN DI LANCARKAN
Imam Abu fida Muhammad Ibnu Katsir rahimahullah 

berkata
إذا أقمت الصلاة أتاك الرزق من حيث لا تحتسب.
“Jika engkau menegakkan shalat 

maka rezeki akan datang kepadamu dari arah yang tidak pernah engkau sangka”
📚 (Tafsir Ibnu Katsir, jilid 2 hlm. 327)
🌹WA pencari ilmu syar’i🌹

Gerakan Religius Turki

Turkey News | Berikut ini adalah catatan perjalanan Ketua Umum BAZNAS Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc saat mengunjungi Turki.

Cerita yang mengagumkan bukan tentang gemerlap kota Istambul yang mencolok terlihat dari pesawat apabila melintasi Eropa,
atau para wanitanya yang berwajah elok,
tapi tentang kehidupan relijius yang semakin pesat luar biasa.

Turki benar-benar berubah 180 derajat sejak dipimpin Presiden Erdogan.

Hal yang sangat menakjubkan adalah suasana keagamaan rakyat Turki yang begitu antusias.
Sekarang masjid-masjid sangat ramai dengan pemuda yang beribadah dan juga kegiatan keislaman. TERUTAMA yang paling mengagumkan adalah ketika waktu SHALAT SUBUH datang, masjid di Turki sangat penuh sesak dengan jamaah yang didominasi KAUM MUDA , suasana yang mirip dengan di Indonesia, pada shalat Jum’at.

Dr. Didin mengingat kembali ketika dirinya berkunjung ke Turki sekitar tahun 1990-an,
saat itu Turki masih sangat sekuler.
Jangankan waktu shalat subuh, dikala adzan maghrib pun tidak ada yang pergi shalat berjamaah.

“Saat itu saya shalat hanya dengan istri dan anak, sebab tiada jamaah setempat yang datang.” jelas Dr Didin.

Luar biasa dan yang lebih mencengangkan para remaja Turki ke masjid dengan mobil-mobil mewah di parkir di halaman masjid” ungkapnya.

Selain tingkat religiusitas masyarakat Turki yang menjadi lebih baik, kondisi ekonomi Turki saat ini juga sangat berkembang pesat.
Tanpa bantuan pinjaman luar negeri pemerintah Turki sanggup membangun, membuat perubahan signifikan dan mampu bersaing dengan negara maju dunia.

Peringkat ekonomi Turki melompat tinggi sekali dari 111 menjadi peringkat 16 dunia,
sehingga saat ini Turki masuk daftar 20 negara kuat (G20).

Pendapatan perkapita penduduk pun naik dari $3.500 USD (2003)..
menjadi $11.000 USD (2013).. dan terus menanjak.

Pemerintah Turki sebelumnya serius mencanangkan 3 Program Nasional yaitu:

1⃣ Gerakan Shalat Subuh
     berjamaah di Masjid.
2⃣ Gerakan Infaq Sedekah.
3⃣ Gerakan Ekonomi Umat.

❤ Program terobosan GERAKAN shalat SUBUH berjamaah di MASJID memperoleh sambutan luar biasa dari masyarakat, dengan hasil mencengangkan.

Shalat subuh menjadi sangat ramai seperti  shalat jumat di Indonesia.
Tentu saja keberkahan shalat subuh berjamaah mendapatkan hasil di luar nalar, dibuktikan dengan teratasinya berbagai kesulitan nasional Turki yang sebenarnya tidak mudah, apalagi Eropa beberapa tahun lalu menderita krisis ekonomi.

Apa kabar dengan Indonesia kita.. ?!

Kapan negeri yang berpenduduk mayoritas Muslim ini menjadi negeri yang berelijius tinggi.. ?!
Semoga tak lama lagi.

Tolong bantu bagikan agar banyak muslimin mengambil  manfaat, ibrah/pelajaran serta hikmah dari fenomena menarik ini.

❤ Jangan lupa bagikan info ini..
agar semua MUSLIM INDONESIA TERGERAK hatinya untuk melaksanakan SHUBUH berjamaah di MASJID,
karena Allah sendiri yang menjamin kehidupan orang-orang yang mau bergegas shalat berjam’ah dimasjid.
.
Dan shalat yang PALING  BERAT adalah shalat SHUBUH berjamaah di MASJID…!
Dan…..
Tentunya Erdogan adalah  bukan pemimpin yg Non Muslim alias sipit…..

Dua Raka’at Saja

Dua Raka’at Saja
Ya, setidaknya lakukan itu. Dua rakaat adalah jumlah standar minimum shalat wajib. Lakukanlah juga untuk shalat sunnat, setidaknya bilangan itulah patokannya.

Lebih banyak? Ya, itu lebih baik dan luar biasa. Lakukanlah, berarti derajat Anda bukan lebih tinggi dari mereka yang biasa-biasa saja.

Bukankah itu baik? Maka lakukanlah sebisa mungkin. Jangan mencela apalagi menghalangi orang lain untuk hal-hal baik sekecil apapun.

Itu intinya. Terima kasih.
Wassalam.

Shalat Kafarah

Shalat Kafarah
Shalat kafarah di hari jum’at akhir Ramadhan.
Bersabda Rasulullah SAW :
Barangsiapa selama hidupnya pernah meninggalkan sholat tetapi tak dapat menghitung jumlahnya, maka sholatlah di hari Jum’at terakhir bulan Ramadhan sebanyak 4 rakaat dengan 1x tasyahud / 1x salam ( tasyahud akhir saja ), tiap rakaat membaca 1 kali Fatihah kemudian surat Al-Qadar 15 X dan surat Al-Kautsar 15 X .
Niatnya : Nawaitu Usholli arba’a raka’atin kafaratan limaa faatanii minash-shalati lillaahi ta’alaa.
Sayidina Abu Bakar ra. berkata ” Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, Sholat tersebut sebagai kafaroh (pengganti) sholat 1000 ( seribu ) tahun “.
Maka bertanyalah para sahabat : umur manusia itu hanya 60 tahun atau 100 tahun, lalu untuk siapa kelebihannya ?”. Rasulullah SAW menjawab, ” untuk kedua orangtuanya, untuk istrinya, untuk anaknya dan untuk sanak familinya serta orang-orang yang didekatnya/ lingkungannya “.
Setelah sholat sehabis salam, membaca shalawat Nabi sebanyak 100 kali dengan shalawat apa saja. Dan membaca Basmalah, Hamdalah, istighfar, syahadat dan shalawat.
Waktu pelaksanaan shalat ini dapat dilakukan antara waktu Dhuha hingga sebelum Ashar, pada hari Jum’at terakhir di bulan suci Ramadhan.
kebiasaan ini dilakukan oleh beberapa sahabat, diantaranya oleh Syaidina Ali bin Abi Thalib kw, dan terdapat sanad yang muttashil dan tsiqah kepada Syaidinah Ali bin Abi Thalib kw bahwa beliau melakukannya di Kufah.
Dan yang memproklamirkan kembali hal ini adalah AL Imam Al Hafidh Al Musnid Abubakar bin Salim rahimahullah, yaitu dilakukan setelah shalat jumat, pada hari jumat terakhir di bulan ramadhan.
Tujuannya adalah barangkali ada dalam hari2 kita shalat yang tertinggal, dan belum di Qadha, atau ada hal2 yang membuat batalnya shalat kita dan kita lupa akan hal itu, maka dilakukan shalat tersebut.