Fenomena Nissa Sabyan, Dakwah yang Manis

Anda pasti sudah update tren terkini tentang fenomena Nissa Sabyan. Vokalis cantik tersebut bernama asli Khoirunnissa. Profil lengkapnya saya belum cari tahu dengan detil karena belum terlalu penting.

Yang saya tekankan di sini adalah moment-nya yang tepat. Entah disengaja atau hanya kebetulan, cara grup gambus tersebut sangat pas sekali menancap di benak para pendengar dan penikmat musik tanah air, bahkan mungkin ke luar negeri.

Saya yang tadinya tak terlalu suka dengan musik gambus karena kesannya ‘kuno’ jadi suka. Ya, suka dengan musik gambutnya grup Sabyan ini. Jujur, saya belum klop dengan musik gambus yang pernah dibawakan grup Debu beberapa tahun lalu. Begitu juga musik ‘hadroh’ yang sering dibawakan Habib Syekh.

Dengan tren ini dakwah di kalangan kaum ‘abg’ jadi fresh. Senandung Arab jadi lebih merdu daripada penyanyi asalnya. Nama Nissa dan grupnya Sabyan pasti tetap mendapat tempat untuk beberapa tahun kedepan jika mempertahankan kualitas musiknya dan kreatif membaca tren masyarakat.

Advertisements

Dakwah Gaul Malaysia The Faith

Dua hari lalu saya mencari lagu qasidah hadrah yang sedang populer dinyanyikan Nissa Sabyan. Setelah dengar 5 lagu saya cukup puas. Tapi saya masih kurang untuk referensi lagu Islam lainnya yang dinyanyikan secara vokal grup yang ‘segar’ kekinian.

Saya buka lagi di internet dan Youtube. Dapatlah lagu dengan judul ‘Dengarilah (Cover Despacito oleh The Faith)’. Saya putar di Youtube. Kesan pertama yang saya rasakan adalah ‘waw’, mantap! Bintangnya saya beri 4,5.

Saya jadi penasaran dengan profil mereka. Saya cari, tapi sayang, belum banyak ulasan mengenai kiprah mereka. Hanya satu dua saja. Itupun dari negeri asalnya, Malaysia.

Okelah. Saya beri ulasan tambahan, tepatnya komentar untuk musikalitas mereka.

Grup vokal Islami —atau istilah trennya, nasyid— ini digawangi oleh empat remaja Selangor Malaysia berusia 20 tahun yang dibentuk tahun 2016. Para personilnya yaitu Aniq Muhaimin, Amir Muhammad, Fahimi dan terakhir, Firdaus.

Pertama, Aniq bisa dibilang sang ‘makne’ kalau dalam istilah boyband Korea. Dia personel yang paling memiliki daya tarik karwna didukung wajah yang lumayan tampan, pembawaan yang kalem dan berkharisma. Jenis vokalnya lembut, simpel, tapi berkualitas. Oleh karena itu posisinya bisa disebut ‘lead vocal‘ karena porsinya menyayi yang paling banyak. Hanya satu yang kurang darinya yaitu tak kuat untuk menyanyikan nada tinggi.

Kedua ada Amir yang suaranya agak serak, tapi itulah ciri khas yang membedakannya dengan suara Aniq sang leader. Kalau dia ada di grup boyband, pasti digilai para remaja wanita karena suaranya yang ‘seksi’. Dia juga mampu membawakan rap yang cepat. Salah satunya lagu cover Despacito. Tapi satu kekurangannya, lagi-lagi seperti Aniq, belum kuat menyanyikan nada yang tinggi.

Ketiga ada Fahimi. Jenis vokalnya hampir seperti Vidi Aldiano dari Indonesia. Bisa menyanyikan lagu rap dengan baik seperti Amir. Tapi ada satu kemampuannya yang tak dimiliki oleh Aniq dan Amir, dia ‘cukup’ bisa membawakan nada tinggi meski hanya sesekali saja. Salah satunya di lagu ‘Perubahanku’.

Terakhir ada Firdaus, si paling mungil dengan vokal tinggi. Bentuk wajahnya hampir mirip Fahimi. (Mungkin masih saudara kandung. Saya belum mendapatkan info tentang hal ini). Suara vokalnya juga hampir sama. Tetapi dia paling menonjol untuk menyanyikan nada-nada tinggi. Sesekali dibantu dibantu oleh Fahimi dan Amir sebagai pemanis back vocal.

Nah, itulah ulasan singkat saya untuk grup Nasyid muda paling fresh akhir-akhir ini. Sayang sekali karena dari tanah kita tercinta Indonesia belum muncul grup Nasyid yang seperti mereka. 

Beberapa bulan lalu sempat terdengar grup nasyid muda baru yang menyanyik cover Despacito versi Indonesia. Tapi vokalitasnya kurang ok, malu-malu kucing alias tanggung. Kalaupun ada yang bagus pasti tergoda masuk ke ranah musik pop sejenis CJR, XO9 dan lainnya.

Semoga tulisan ini menginspirasi para penyanyi dakwah Indonesia bisa memunculkan grup nasyid seperti sudah bahas di atas. Mampu menandingi musik pop sekuler yang tak bermanfaat, bahkan ada yang berbahaya untuk akidah.

Sekian dari saya. Semoga bermanfaat. Wassalam.

Mental yang Salah

Bismillaah. Ya Allaah semoga tulisan ini bermanfaat.

Keraguan selalu saja menghinggapi untuk menulis. Sekarang, saya biarkan saja tulisan mengalir tanpa ragu. Yang penting bermakna.

Kali ini tulisan saya tentang menjalani hidup dengan semangat kemajuan.

Walaupun negara kita masih menyandang status sebagai negara berkembang, pola pikir kita harus maju dan berkualitas. Kemajuan bangsa tak 100% berkaitan dengan kekayaan alam. Sumber utama adalah pola pikir manusianya.

Betapa sudah parahnya mental bangsa kita karena sejak lama dininabobokan oleh kalimat ‘tanah surga’, ‘zamrud khatulistiwa’ dan lainnya. Akibatnya kita terlena dengan keadaan dan menjadi lemah.

Kenapa kita tidak mengadopsi mental bangsa Jepang yang bertekad keras? Kuat meski ditimpa bencana alam. Atau bangsa Inggris yang mampu menguasai hampir sepertiga daratan dunia.  Atau bangsa Jerman yang maju dalam teknologi berkat ketekunan dan disiplinnya.

Mental yang Salah

Bismillaah. Ya Allaah semoga tulisan ini bermanfaat.

Keraguan selalu saja menghinggapi untuk menulis. Sekarang, saya biarkan saja tulisan mengalir tanpa ragu. Yang penting bermakna.

Kali ini tulisan saya tentang menjalani hidup dengan semangat kemajuan.

Walaupun negara kita masih menyandang status sebagai negara berkembang, pola pikir kita harus maju dan berkualitas. Kemajuan bangsa tak 100% berkaitan dengan kekayaan alam. Sumber utama adalah pola pikir manusianya.

Betapa sudah parahnya mental bangsa kita karena sejak lama dininabobokan oleh kalimat ‘tanah surga’, ‘zamrud khatulistiwa’ dan lainnya. Akibatnya kita terlena dengan keadaan dan menjadi lemah.

Kenapa kita tidak mengadopsi mental bangsa Jepang yang bertekad keras? Kuat meski ditimpa bencana alam. Atau bangsa Inggris yang mampu menguasai hampir sepertiga daratan dunia.  Atau bangsa Jerman yang maju dalam teknologi berkat ketekunan dan disiplinnya.

Bantu Ekonomi Islam dengan Paytren

Banyak yang ingin saya luapkan. Tapi saya cicil lewat sosmed. Salah satunya ya WordPress ini.

Saya bukan promosi untuk gabung dengan jaringan saya. Tapi lebih kepada mengajak Anda mempelajari apa itu Paytren.
Kepada jaringan manapun yang bergabung, itu sudah membahagiakan saya. Kenapa? Berarti orang tersebut sudah peduli akan pentingnya ekonomi umat yang bersatu. Lebih bahagia lagi kalau orang itu bergabung ke jaringan saya ada komisi yang mengalir ke akun saya.

Silahkan baca-baca tentang apa itu Paytren. Tapi ingat, cari sumber yang benar, bukan hoax. Ke depannya saya jelaskan sedikit demi sedikit tentang Paytren dan mekanisme bisnis dalam jaringannya.

Assalamualaikum.