Tak Sesempurna Ayat-Ayat Cinta

Kehidupanku memang tak sesempurna cerita novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy, tapi apa salahnya jika aku menjadikannya sebagai salah satu referensi positif untuk hidup. Itu lebih baik daripada sinetron televisi yang kualitasnya semakin buruk.
Aku berupaya semaksimal mungkin agar waktuku tak terbuang percuma. Di waktu sempit kubuka catatan hafalan Qur’an. Alhamdulillaah, bulan November 2016 ini berhasil ‘menguasai’ surat Asy-Syam. Metode terbaru yang kutemukan ternyata memang cukup ampuh.

Tanpa menganggap remeh surat-surat lainnya dalam Al-Qur’an, aku putuskan untuk mendawamkan surat Al-Kahfi. Surat ini paling ‘urgent’ untuk kondisi akhir zaman, tepat saat ini. “Ah yang benar saja?” begitu kritisnya nada pertanyaan salah seorang temanku. “Iyalah. Bukti kuat sudah muncul di mana-mana. Ada manusia ‘sakti’ Sai Baba dari India. Ada nabi-nabi ‘kw’ dari negara sendiri alias produk lokal. Sebut saja Ahmad Mushadeq dan Lia Eden. Belum lagi nama-nama lain yang tak ku ingat saking banyaknya.”

.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s