Menunggu Subuh Diselingi Istighfar

Jarang jarang saya terjaga hingga pagi. Malam ini pikiran terasa gelisah. Mata sulit terpejam.

Bismillaah.

Akhirnya menulis saja sambil sebisa mungkin untuk beristighfar.

Menunggu tiba adzan subuh.

Sudahkah kita membudayakan shalat tahajjud?

Saya sendiri menjawab, “Iya. Sedang digarap”.

Anda bagaimana?

Advertisements

Untuk Muslim yang Melarang Berpolitik

*POLITIK ITU WANGI*

 

Oleh Ust Hilman R Syihab (Alm)

https://m.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10155935142021069&id=50667511068

 

Buka2 medsos, saya baca obrolan di salah satu WA, topiknya tentang orang2 yang (merasa) pintar yang cenderung anti politik dan MELARANG tiap anggota WA nya bicara tentang politik.

 

Jadi isi obrolan WA itu cuma ucapan selamat ulang tahun n posting kuliner, konon isinya grup orang2 pinter, yang TEREDUKASI dengan baik dari universitas ternama.

 

Saya ketawa bacanya.

Saya jg punya grup begitu.

 

Tiap ada yg ngomong politik, pasti akan muncul moron2 yang men-colek2 admin utk memberi peringatan pada yang posting, dan itu ber-ulang2, sampai2 ada ancaman klu masih posting juga akan dikeluarkan dari grup.

 

Pd grup2 begini, saya pasti tak pernah komen.

Soalnya saya tidak merayakan ultah dan tidak suka kuliner juga, jadi males saya baca posting2 di tempat seperti itu kan?

 

Pagi tadi, my bontot boy tilawah setelah jadi imam sholat subuh. Ia membaca surat Al Qasas.

Isinya tentang perjuangan Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS melawan tirani kaisar imperium Mesir, Fir’aun, sang MUSUH ALLAH.

 

Di awal, Allah mengatakan bahwa FIR’AUN adalah PENGUASA YANG JAHAT, karena ia MENGADU DOMBA RAKYATNYA untuk memperkokoh kekuasaannya._

 

Selanjutnya diceritakan bagaimana Nabi Musa AS, pria cadel yang sejak bayi diasuh oleh Fir’aun, melawan “bapak angkat”nya sendiri.

Dan ini kisah yang sangat saya sukai.

 

Seorang pria cadel yang tak jarang ketakutan, berhasil menghabisi kekuasaan seorang kaisar superpower, yg memiliki bala tentara yang super terlatih dan persenjataan perang yang lengkap.

Dan bukan main senjata yang digunakan Musa AS untuk melawan segala kedigdayaan Fir’aun, apa itu?

Yaitu: kekuatan MULUT!!!

 

Door to door menawarkan konsep ketauhidan, memiliki informan yang bekerja di internal Fir’aun (salah seorg panglima perang Fir’aun membelot dan memihak pada Nabi Musa), menggunakan jasa juru bicara (Nabi Harun menjadi juru bicara Nabi Musa, sebab bicaranya tidak jelas, waktu bayi nabi Musa pernah makan bara api yang ditawarkan Fir’aun, sehingga lidahnya terbakar dan bicaranya menjadi cadel).

 

Apa sebetulnya yg dilakukan Nabi Musa di masa pemerintahan Fir’aun?

 

Nabi Musa BERPOLITIK!

 

Melawan seorang kaisar, dengan lobby mulai dari tingkat rakyat jelata sampai panglima perang, menghadirkan penyusup, itu semua politik kan?

 

Dan sepemahaman saya, hampir semua kisah Nabi2 adalah kisah perlawanan melawan tirani (kecuali Nabi Adam AS, mohon koreksi bila keliru).

 

Dan apa kegiatan para tiran?

 

Mereka MENJAUHKAN MANUSIA DARI PEMURNIAN PENGHAMBAAN PADA ALLAH.

 

Tiran di jaman Ibrahim AS memaksa rakyatnya menyembah patung2.

 

Tiran di masa Luth AS memaksa rakyatnya menerima kelakuan LGBT bahkan menghukum rakyat yg menentang LGBT.

 

Tiran di masa Nabi Shaleh memaksa rakyatnya bertransaksi dengan riba dan mereka gemar mengurangi timbangan,

dst dst nya.

 

Dan tiran yang paling “menggemaskan” adalah Fir’aun, yang secara eksplisit memaksa rakyatnya utk MENYEMBAHNYA, menjadikan Fir’aun mendapat gelar “musuh-KU” dari Allah SWT.

 

Kesimpulannya,

NABI2 BERPOLITIK.

 

Lalu kenapa kita jadi anti?

 

Kita yakin politik menjauhkan kita dari kekhusyukan sholat, masssaaaa’?

 

Rasulullah SAW itu politisi handal sekaligus panglima perang yg memiliki ketangkasan yang handal serta strategi perang yang jitu.

 

Perjanjian Hudaibiyah merupakan bukti Rasulullah SAW adalah politisi ulung.

 

Perang 12 kali beliau adalah bukti bahwa beliau adalah seorang panglima perang yang handal.

 

Jadi kenapa masih anti pada politik?

 

*Indonesia ini dimerdekakan oleh perjuangan ulama, mereka berpolitik!! Jadi kenapa masih anti pada politik?*

 

Marilah kita jangan mau terbawa propaganda antek2 dajjal yang mengatakan bahwa POLITIK ADALAH KOTOR.

 

Dia mengatakan itu untuk mengelabui kita, supaya kita lengah.

 

Mengira kita akan aman2 saja dan cukup hanya dengan sholat, mengaji, dan umroh!!!

 

*No*

 

Agama Islam bukan agama ritual belaka, keIslaman seseorang tidak dilihat dari keistiqamahannya dalam melakukan ritual.

 

Islam itu agama sosial. Kesalihan seseorang diukur dari seberapa banyak waktunya dihabiskan untuk:

BER *AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR.*

 

Ingat kisah seorang saudagar yang sedang sakratul maut, saat malaikat Rakib dan Atid memperlihatkan catatan amalnya, timbangannya jatuh ke kiri, dosanya lebih banyak.

Namun akhirnya, malaikat Rakib dan Atid menemukan satu catatan kebaikan, yang akhirnya membuat semua dosanya terhapus dan timbangan kebaikannya menjadi sangat berat.

Apa amal itu?

 

Tangisan seorang ibu yang berterima kasih pada nya karena dia berikan makanan (dia sendiri belum makan, lalu dia tawarkan pada ibu dan anak2nya yang lapar).

 

Bagaimana kita bisa berharap syariah Islam dijalankan bagi kita pemeluk agama Islam klu kita anti pada politik dan menganggap politik adalah sesuatu yang berbau busuk dan menyengat?

 

Sekali lagi, jangan pernah terbawa propaganda antek2 dajjal yang mencoba mengubah mindset kita.

 

Ingat, Islam mengajarkan kita untuk hablum minannaas dan hablum minallaah, ritual HARUS diaplikasikan dalsm kegiatan sosial (amar ma’ruf nahi munkar).

 

Sekian thn umat Islam di negeri ini dijauhkan dari politik, mulai dari cara halus melalui ceramah2 bapak2 kyai, sampai cara kasar MEMPERTONTONKAN politisi muslim yang (terduga) korupsi seolah2 tidak ada yang non muslim yang korupsi, dan mereka SELALU MENGKAIT2KAN dengan ajaran Islam.

 

*Tapi kalau politisi non muslim yang korupsi, mereka buru2 menutup berita,* dan kalau ada yang coba2 mengkaitkan dengan agama, mereka buru2 berteriak *“GA ADA HUBUNGANNYA DENGAN AGAMA!”.*

 

Ayo saudaraku di jalan Allah, *jangan anti pada politik.* Justru, 87% umat Islam ini harus berpolitik.

 

Kita harus mampu menentukan kemana rakyat ini harus dibawa.

 

*Kita TAK BOLEH MENYERAH PADA TIRAN.*

 

Sebagaimana para Nabi berjuang melawan tiran, kita pun kini beramai2 melawan tiran yang hendak menjauhkan kita dari Allah.

 

Politik bukan tabu, politik itu suatu komponen kehidupan, kalau dia tak ada, hidup menjadi tak jelas mau bagaimana?

 

Jangan ragu utk bicara soal politik, jangan minder juga, sebagaimana kita tak cerdas, demikian juga para politisi yang saat ini ada, jadi kita punya wewenang informal utk bicara kan?

 

Semoga kita ke depan lebih aware dan lebih melek politik. Cukuplah tiran2 berkuasa, mari kita ciptakan suasana kondusif sehingga muncul

 

*PEMIMPIN YG SHIDDIQ, AMANAH, TABLIQ, FATANAH.*

 

*Ingat, POLITIK ITU WANGI*

 

WAllahu ‘alam.

Maha Benar Netizen atas Segala Nyiyirannya

Bismillaah.

Semoga judul di atas tidak berlebihan.

Ini hanya sekedar sarana pelepasan rasa prihatin dengan kondisi dunia maya saat di ‘jaman now’.

Dunia nyata seakan dikendalikan kuat oleh dunia maya. Kondisi terparahnya adalah tekanan tersebut berasal dari warganet atau netizen.

Netizen seolah jadi hakim atas segala peristiwa yang diunggah ke medsos. Sukur-sukur kalau komentarnya positif. Kebanyakannya sih nyiyiran.

Hal yang bagus dikomentari nyiyiran. Sang pengunggah merasa tertekan, lalu depresi setengah mati.

Kalau saya pribadi sih santai-santai saja. Biar Allaah saja yang jadi Maha Penghakim atas segala sesuatu. Bukan netizen yang hanya ‘becus’ koar-koar ngotot tanpa berkarya.

Segitu dulu. Khawatir arah tulisan saya jadi melebar kemana-mana.

Semoga bermanfaat.

Wassalam.

Memajukan Diri Sendiri untuk Kemajuan Bangsa

Memajukan bangsa adalah perkara yang tidak gampang. Rumit! Mental bangsa kita masih ‘udik’.

Daripada susah, saya memutuskan untuk memajukan diri sendiri. Tujuan saya adalah memberikan contoh kepada masyarakat di sekitar.

Semoga lima sampai sepuluh tahun ke depan, orang-orang (terutama yang Muslim) tidak gengsi untuk mengadopsi proyek ini.

Lama-lama akan membentuk budaya yang baik.

Amiin

Professor Muda Spesialis Sholat Subuh, Dhuha & Tahajjud

Yap, waktu-waktu shalat ini memang paling susah.

Teori saja pintar ini itu tentang faidah shalat subuh, dhuha & tahajjud. Pada prakteknya, waduhhh, susah benar!

Di zaman now ini diperlukan para aktivis muda yang spesial bergerak dalam menciptakan tren budaya kesadaran dalam melaksanakan ketiga waktu shalat tersebut.

Berhasilkah proyek ini?

Saya akan tunggu dua tahun kedepan.

Semoga kaum Muslim di manapun dapat mengambil manfaat dari ide ini.

Wassalam.

FOTO: Jamu Atlet Muslim, Jepang Luncurkan Truk Masjid untuk Olimpiade 2020 – Tekno Liputan6.com

FOTO: Jamu Atlet Muslim, Jepang Luncurkan Truk Masjid untuk Olimpiade 2020 – Tekno Liputan6.com https://m.liputan6.com/ucnews/3600232/foto-jamu-atlet-muslim-jepang-luncurkan-truk-masjid-untuk-olimpiade-2020?utm_source=Digital%2BMarketing&utm_medium=Partnership&utm_campaign=ucnews&url_from=yoda&entry=browser&entry1=push&entry2=timed&uc_news_item_id=108563330132834&lang=indonesian&channel_id=-1&uc_biz_str=action%3Abase.openwindow%7Cparam%3AS.object=infoflow%3BS.scene=1002%3Bl.channel=-1%3BS.cfg=comment%3Bend&track_entry=push&msgfrom=local&msgid=null&isforce=null — dibagikan oleh UC Mini

Fenomena Nissa Sabyan, Dakwah yang Manis

Anda pasti sudah update tren terkini tentang fenomena Nissa Sabyan. Vokalis cantik tersebut bernama asli Khoirunnissa. Profil lengkapnya saya belum cari tahu dengan detil karena belum terlalu penting.

Yang saya tekankan di sini adalah moment-nya yang tepat. Entah disengaja atau hanya kebetulan, cara grup gambus tersebut sangat pas sekali menancap di benak para pendengar dan penikmat musik tanah air, bahkan mungkin ke luar negeri.

Saya yang tadinya tak terlalu suka dengan musik gambus karena kesannya ‘kuno’ jadi suka. Ya, suka dengan musik gambutnya grup Sabyan ini. Jujur, saya belum klop dengan musik gambus yang pernah dibawakan grup Debu beberapa tahun lalu. Begitu juga musik ‘hadroh’ yang sering dibawakan Habib Syekh.

Dengan tren ini dakwah di kalangan kaum ‘abg’ jadi fresh. Senandung Arab jadi lebih merdu daripada penyanyi asalnya. Nama Nissa dan grupnya Sabyan pasti tetap mendapat tempat untuk beberapa tahun kedepan jika mempertahankan kualitas musiknya dan kreatif membaca tren masyarakat.